Batu Merah Delima Asli Menurut Islam

Batu Merah Delima Asli Menurut Islam atau yang biasa disebut yaqut atau ruby ​​merupakan batu yang banyak dikenal oleh para pecinta batu dan pengrajin batu akik. Batu ini terkenal dengan keindahan warnanya yang bervariasi mulai dari merah jambu hingga merah darah. Ruby merupakan batuan yang tercipta dari pembentukan kronium yang berasal dari mineral korundum aluminium oksida.

Istilah ruby ​​berasal dari nama buahnya yaitu delima. Buah delima memiliki ciri-ciri yang mirip dengan batu rubi, mulai dari bentuk hingga warnanya. Itu juga merupakan bagian dari rangkaian 4 batu yang sangat berharga seperti safir, zamrud, dan berlian. Secara implisit, benda tersebut sangat langka dan memiliki harga yang mahal. Namun seiring berjalannya waktu, banyak sekali batu rubi imitasi atau tiruan yang bisa dibeli dengan harga murah. Bersama Islampluss.com untuk mempelajari lebih lanjut tentang Batu Merah Delima Asli Menurut Islam

Pengenalan Batu Merah Delima Asli Menurut Islam:

Batu Merah Delima Asli Menurut Islam
Batu Merah Delima Asli Menurut Islam

Jika mayoritas orang menggambarkan batu rubi sebagai batu, Islam memandangnya berbeda.

Pada masa Wali Songo, Sunan Kalijaga mengajarkan bahwa Batu Merah Delima Asli Menurut Islam bukanlah batu yang mempunyai kekuatan magis. Namun itu adalah istilah yang berasal dari kata “Dzal Lima Merah” yang berarti “Lima Huruf Dzal”.

Lebih lanjut ternyata ada arti tersendiri dari istilah ini, yaitu surah dalam Al-Qur’an yang hanya memiliki lima dzal. Surat apa itu? Jawabannya adalah surah Al-Ikhlas yang dikenal juga dengan surah Qulhu. Berikut pengucapan dan terjemahannya:

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

qul huwallāhu aḥad

1. “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

allāhuṣ-ṣamad

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

lam yalid wa lam yụlad

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

walam yakul lahụ kufuwan aḥad

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Arti Al-Ikhlas Sebagai Batu Ruby Merah Dalam Al Quran:

Batu Merah Delima Asli Menurut Islam

Surat Al-Ikhlas merupakan surat ke 112 dalam Alquran yang diturunkan di kota Makkah. Karena hanya terdiri dari 4 ayat, surah ini sering dibaca saat salat lima waktu karena sangat mudah dihafal.

Meski tergolong surah pendek, Al-Ikhlas diyakini memiliki berbagai kelebihan. seperti menjauhkan diri dari bahaya, menyembuhkan penyakit, menyelamatkan seseorang dari niat jahat, membuka pintu rezeki, melunasi hutang, mencegah fitnah dan siksa kubur.

Selain itu masih ada keistimewaan lainnya yaitu membuka pintu rezeki, menjauhkan diri dari godaan setan, menyembuhkan penyakit, mendapatkan istana di surga, dan lain sebagainya.

Berdasarkan keistimewaannya, banyak ulama dan sahabat yang membaca Surat Al-Ikhlas dan menjadikannya amalan. Jika diamalkan dengan ikhlas dan niat yang lurus, diyakini surah ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi pembacanya.

Arti Warna Delima Merah Bagi Sebagian Orang:

Batu Merah Delima Asli Menurut Islam
Batu Merah Delima Asli Menurut Islam

Pada zaman dahulu, wilayah nusantara merupakan wilayah yang mayoritas penduduknya menganut ajaran Jawa dan tidak pernah lepas dari unsur animisme dan dinamisme. Mereka percaya bahwa batu rubi merupakan salah satu benda suci atau biasa disebut benda pusaka, namun tidak semua orang bisa memiliki benda tersebut.

Batu delima merupakan ageman atau pusaka yang banyak dicari oleh para pelaku atau orang yang mempunyai kesaktian. Untuk mendapatkannya tentu harus melalui lika-liku yang telah disepakati. Seperti halnya mengunjungi tempat-tempat suci, bermeditasi, melakukan penebusan dosa. Mereka percaya bahwa siapa pun yang memiliki benda tersebut pasti akan mendapatkan segala sesuatu yang diinginkannya di alam gaib. Seperti kekebalan, laris, mendapat harta, tahta, wanita, bahkan ilmu pun lenyap.

Pada zaman Wali Songo, Sunan Kalijaga mengajarkan kepada masyarakat untuk mengetahui bahwa sebenarnya yang dimaksud dengan batu merah delima, bukanlah batu merah yang mempunyai kekuatan magis atau berbagai macam ilmu gaib. Tapi, warna merah delima berasal dari kata “Dzal Lima Merah” atau bisa diartikan “Dzal Huruf Lima”. Kita diperintahkan untuk mencari surat dalam Al-Qur’an yang hanya terdapat lima huruf dzal di dalamnya. Surat apa itu? Tentu saja Surat al-Ikhlas.

Cara Mendapatkan Batu Merah Delima Asli Menurut Islam:

Batu Merah Delima Asli Menurut Islam
Batu Merah Delima Asli Menurut Islam

Untuk mendapatkan batu rubi asli menurut pandangan Islam, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Pertama, penting untuk memastikan keaslian batu tersebut. Batu rubi asli memiliki ciri-ciri tertentu, seperti warna merah merata, kilau yang kuat, dan kekerasan yang tinggi.

Kedua, ada baiknya berkonsultasi dengan pakar atau pakar di bidang tersebut. Mereka dapat memberikan informasi yang lebih akurat mengenai batu rubi asli dan memberikan tips memilih batu yang berkualitas.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah niat dan amalan yang dilakukan dalam memperoleh batu delima merah tersebut. Dalam Islam, niat ikhlas dan amalan yang baik sangat penting dalam segala hal, termasuk dalam memperoleh batu rubi. Idealnya, lakukan pencarian dengan jujur dan bersedekah ketika Anda mendapatkan batu berwarna merah delima.

Informasi Batu Merah Delima Asli Menurut Islam:

  • Warna: Merah mengkilat
  • Kekerasan: Tinggi
  • Artinya : Simbol darah syahid, kesucian jiwa, perlindungan
  • Khasiat : Meningkatkan energi positif, menjaga kesehatan, kebahagiaan
  • Cara mendapatkan : Pastikan keasliannya, konsultasikan dengan ahlinya, niat dan praktiknya baik

Kesimpulan:

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah merupakan kekuatan terpendam dalam diri setiap manusia, keikhlasan dalam menjalankan segala sesuatu, keikhlasan dalam menghadapi segala cobaan, dan keikhlasan dalam menerima ketetapan Allah. Semua orang bisa membacanya, namun belum tentu bisa mengamalkannya. Oleh karena itu, ini merupakan senjata dalam menghadapi segala godaan yang berasal dari jin atau segala godaan dari manusia itu sendiri.